Preparasi crown merupakan prosedur klinis yang membutuhkan presisi tinggi, terutama pada area margin yang berdekatan dengan jaringan gingiva. Salah satu tantangan yang sering dihadapi dokter
Gigi berlubang tidak selalu langsung menimbulkan nyeri hebat. Pada tahap awal, lubang kecil sering kali hanya terasa sedikit sensitif atau bahkan tidak menimbulkan keluhan sama
Dalam dunia kedokteran gigi, kualitas perawatan tidak hanya ditentukan oleh keahlian tenaga medis, tetapi juga oleh kondisi alat dental yang digunakan. Alat yang bersih, terawat,
Implan gigi berbeda dengan gigi alami. Meski sangat kuat, implan memiliki risiko tinggi terkena: Peri-implant mucositis (radang gusi di sekitar implan) Peri-implantitis (kerusakan tulang sekitar
Noda rokok disebut juga smoker stain, yaitu perubahan warna gigi akibat paparan: Nikotin – berubah menjadi kuning saat terkena oksigen Tar – meninggalkan warna cokelat
Kopi dan teh mengandung tannin, yaitu senyawa polifenol yang dapat: Menempel pada permukaan gigi Mengikat plak Menyerap ke enamel Memicu perubahan warna dari kuning muda
Dalam dunia dental care, legalitas alat kesehatan bukan sekadar formalitas, melainkan bagian dari standar keselamatan pasien. Banyak klinik, dokter gigi, atau institusi pendidikan kedokteran gigi
Gigi sensitif terjadi ketika lapisan pelindung gigi (enamel) mengalami penipisan atau ketika gusi menurun sehingga bagian dentin terekspos. Dentin memiliki saluran kecil berisi saraf. Ketika
Karang gigi (tartar atau calculus) terbentuk ketika plak yang dibiarkan menumpuk mengeras akibat mineral dalam air liur. Jika sudah terbentuk, karang gigi umumnya tidak bisa
Gigi berlubang kecil sering terasa tidak sakit sehingga banyak orang mengabaikannya. Padahal, lubang kecil dapat berkembang menjadi: Lubang besar Nyeri hebat Infeksi Perawatan akar Bahkan